Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Ureum Berdasarkan Frekuensi Hemodialisa Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Soerojo Kota Magelang

Authors

  • Rizka Amalia Teknologi Laboratorium Medis, Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Woro Ummi Ratih Teknologi Laboratorium Medis, Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Suryanto Suryanto Teknologi Laboratorium Medis, Ilmu Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37012/anakes.v11i1.2745

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi progresif dan ireversibel yang menyebabkan gangguan fungsi ginjal serta peningkatan ureum dalam darah karena ginjal yang rusak tidak mampu melakukan proses filtrasi secara optimal. Peningkatan kadar ureum berkontribusi terhadap anemia renal melalui berbagai mekanisme, termasuk penurunan produksi eritropoietin, toksisitas terhadap sumsum tulang, dan pemendekan umur eritrosit. Terapi hemodialisa (HD) adalah prosedur yang digunakan untuk menggantikan fungsi ekskretoris ginjal dan membuang metabolit seperti ureum, di mana frekuensi pelaksanaan hemodialisa berperan penting dalam efektivitas pembersihan tersebut. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi korelasiantara kadar hemoglobin dan kadar ureum berdasarkan frekuensi hemodialisis di RS Soerojo Kota Magelang. Dalam penelitian ini menggunakan metode desain analitik korekasi secara cross- sectional pada 92 pasien GGK Periode tahun 2023-2024 yang menjalani hemodialisis dengan frekuensi 1, 2, dan 3 kali per minggu. Analisis stattistik menggunakan analisis korelasi spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata - rata kadar hemoglobin pada pasien berkisar antara 8,15–8,18 g/dL, sedangkan kadar ureum berada pada rentang 123,58–126,59 mg/dL. Nilai-nilai tersebut mencerminkan adanya gangguan hematologis serta akumulasi metabolit nitrogen, meskipun pasien telah menjalani hemodialisis secara rutin. Hasil analisis korelasi Spearman mengindikasikan terdapat keterkaitan yang bermakna secara statistik antara kadar ureum dan hemoglobin pada seluruh frekuensi hemodialisis, dengan nilai korelasi r = -0,514 (p = 0,042) untuk frekuensi satu kali per minggu, r = -0,315 (p = 0,037) untuk dua kali per minggu, dan r = -0,460 (p = 0,008) untuk tiga kali per minggu. Hubungan tersebut tergolong sedang pada frekuensi satu dan tiga kali per minggu, serta tergolong lemah pada frekuensi dua kali per minggu. Penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara bermakna antara kadar ureum dan hemoglobin pada pasien GGK berdasarkan frekuensi hemodialisa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara kadar ureum dan hemoglobin pada pasien GGK di semua frekuensi hemodialisis, dengan arah hubungan negatif. Semakin tinggi kadar ureum, semakin rendah kadar hemoglobin. Meski menjalani hemodialisis rutin, pasien masih menunjukkan akumulasi ureum dan anemia, sehingga pengelolaan hemodialisis yang optimal tetap diperlukan.

 

Kata Kunci: Anemia, Frekuensi Hemodialisa, Gagal Ginjal Kronik, Hemoglobin, Kadar Ureum

Downloads

Published

2025-03-30

How to Cite

Amalia, R., Ratih, W. U., & Suryanto, S. (2025). Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Ureum Berdasarkan Frekuensi Hemodialisa Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Soerojo Kota Magelang. Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 11(1), 190–201. https://doi.org/10.37012/anakes.v11i1.2745

Citation Check