Variasi Waktu Larutan Fiksasi Bouin terhadap Kualitas Pewarnaan Hematoksilin Eosin pada Jaringan Histologi Ginjal Mencit

Authors

  • Titi Pramesti Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Yuyun Nailufar Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Yeni Rahmawati Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37012/anakes.v11i2.2708

Abstract

Tahap fiksasi adalah proses pengawetan jaringan untuk mempertahankan struktur jaringan sedekat mungkin
sama seperti saat jaringan masih di dalam tubuh. Larutan fiksasi yang digunakan adalah larutan fiksasi bouin,
memiliki keunggulan seperti kemampuan penetrasinya cepat ke dalam nukleus dan jaringan ikat akan terpulas
dengan baik. Pewarna Hematoksilin Eosin merupakan pewarna histologi yang paling sering digunakan.
Hematoksilin akan mewarnai inti menjadi biru sedangkan eosin akan mewarnai sitoplasma menjadi oranye.
Mencit (Mus musculus) merupakan hewan yang paling sering digunakan untuk percobaan karena memiliki
banyak keunggulan, ginjal mencit (Mus musculus) merupakan salah satu organ yang paling sering digunakan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas pewarnaan pada inti sel, sitoplasma, dan
keseragaman warna berdasarkan variasi waktu fiksasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
eksperimental dengan desain penelitian eksperimental, dan random sampling untuk teknik pengambilan
sampel. Penelitian ini telah mendapatkan izin etik dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Penelitian ini
menunjukkan bahwa 24 jam adalah variasi waktu fiksasi terbaik karena menunjukkan inti dan sitoplasma yang
jelas dan terwarnai dengan baik, dengan keseragaman warna pada jaringan merata. Hasil Uji Kruskal Wallis
dan Uji Man Whitney menunjukkan adanya perbedaan kualitas pewarnaan dengan signifikan p= 0,002.
Kesimpulan penelitian ini fiksasi selama 24 jam menggunakan larutan bouin merupakan pilihan waktu optimal.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Pramesti, T., Nailufar, Y., & Rahmawati, Y. (2025). Variasi Waktu Larutan Fiksasi Bouin terhadap Kualitas Pewarnaan Hematoksilin Eosin pada Jaringan Histologi Ginjal Mencit. Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 11(2), 250–262. https://doi.org/10.37012/anakes.v11i2.2708

Citation Check