Variasi Waktu Larutan Fiksasi Bouin terhadap Kualitas Pewarnaan Hematoksilin Eosin pada Jaringan Histologi Ginjal Mencit
DOI:
https://doi.org/10.37012/anakes.v11i2.2708Abstract
Tahap fiksasi adalah proses pengawetan jaringan untuk mempertahankan struktur jaringan sedekat mungkin
sama seperti saat jaringan masih di dalam tubuh. Larutan fiksasi yang digunakan adalah larutan fiksasi bouin,
memiliki keunggulan seperti kemampuan penetrasinya cepat ke dalam nukleus dan jaringan ikat akan terpulas
dengan baik. Pewarna Hematoksilin Eosin merupakan pewarna histologi yang paling sering digunakan.
Hematoksilin akan mewarnai inti menjadi biru sedangkan eosin akan mewarnai sitoplasma menjadi oranye.
Mencit (Mus musculus) merupakan hewan yang paling sering digunakan untuk percobaan karena memiliki
banyak keunggulan, ginjal mencit (Mus musculus) merupakan salah satu organ yang paling sering digunakan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas pewarnaan pada inti sel, sitoplasma, dan
keseragaman warna berdasarkan variasi waktu fiksasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
eksperimental dengan desain penelitian eksperimental, dan random sampling untuk teknik pengambilan
sampel. Penelitian ini telah mendapatkan izin etik dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Penelitian ini
menunjukkan bahwa 24 jam adalah variasi waktu fiksasi terbaik karena menunjukkan inti dan sitoplasma yang
jelas dan terwarnai dengan baik, dengan keseragaman warna pada jaringan merata. Hasil Uji Kruskal Wallis
dan Uji Man Whitney menunjukkan adanya perbedaan kualitas pewarnaan dengan signifikan p= 0,002.
Kesimpulan penelitian ini fiksasi selama 24 jam menggunakan larutan bouin merupakan pilihan waktu optimal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Titi Pramesti, Yuyun Nailufar, Yeni Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Anakes :Â Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors are allowed to archive their submitted article in an open access repository Authors are allowed to archive the final published article in an open access repository with an acknowledgment of its initial publication in this journal.

Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.








