Analisis Faktor Risiko Infeksi Cacing Enterobius Vermicularis Pada Urin Siswi Kelas 1-3 Sdn SDN Pandanarum Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah
Berdasarkan Pemeriksaan Sedimen Urin
DOI:
https://doi.org/10.37012/anakes.v11i1.2682Abstract
Penyakit cacing merupakan masalah kesehatan yang biasa dialami oleh anak-anak sekolah dasar salah satunya adalah enterobiasis. Kejadian enterobiasis disebabkan oleh perilaku anak yang jarang memperhatikan kebersihan diri serta sanitasi lingkungan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko infeksi cacing Enterobius vermicuralis pada urin siswa perempuan kelas 1-3 di SDN Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode pemeriksaan sedimentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan pemeriksaan secara mikroskopis terhadap sampel urin pagi pada 14 responden. Hasil penelitian menunjukan dari 14 sampel ditemukan 2 sampel (14,29%) positif telur cacing Enterobius vermicuralis. Responden yang terinfeksi memiliki kebiasaan buruk seperti tidak mencuci tangan sebelum makan dan membersihkan area genital dengan arah yang tidak sesuai. Penelitian ini menunjukan bahwa kebiasaan kebersihan diri berpengaruh terhadap terjadinya infeksi Enterobius vermicuralis, dan telur cacing tersebut dapat terdeteksi melalui pemeriksaan urin pada anak perempuan.
Kata Kunci: Anak SD, Enterobius vermicuralis, Faktor risiko, urin.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Indah Riska Madika, Abdul Ghofur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Anakes :Â Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors are allowed to archive their submitted article in an open access repository Authors are allowed to archive the final published article in an open access repository with an acknowledgment of its initial publication in this journal.

Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.








