Hubungan Lama Operasi dengan Kejadian Hipotermia pada Pasien Fraktur yang Menjalani Anestesi Spinal di Ruang Bedah Sentral RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri
DOI:
https://doi.org/10.37012/jik.v16i1.3672Keywords:
anestesi spinal; fraktur; hipotermia; lama operasiAbstract
Hipotermia merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani tindakan pembedahan dengan anestesi spinal. Durasi operasi yang semakin lama diduga meningkatkan risiko kehilangan panas tubuh sehingga berkontribusi terhadap terjadinya hipotermia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lama operasi dengan kejadian hipotermia pada pasien fraktur yang menjalani anestesi spinal di Ruang Bedah Sentral RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 175 pasien fraktur yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% serta dihitung Odds Ratio (OR) dan 95% Confidence Interval (95%CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani operasi dengan durasi ≥60 menit (70,3%) dan mengalami hipotermia pascaoperasi (85,1%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara lama operasi dengan kejadian hipotermia (p=0,007; OR=3,408; 95%CI=1,450–8,009). Usia juga berhubungan dengan kejadian hipotermia (p=0,047; OR=2,544; 95%CI=1,090–5,938), sedangkan jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan suhu ruang operasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p>0,05). Disimpulkan bahwa lama operasi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipotermia pada pasien fraktur yang menjalani anestesi spinal. Oleh karena itu, pemantauan suhu tubuh secara berkala serta penerapan tindakan pencegahan hipotermia perlu dilakukan, terutama pada pasien yang menjalani operasi dengan durasi lebih dari 60 menit.
References
Arisnawati,. (2019). Pengaruh Terapi Musik Klasik untuk Megurangi nyeri pada pasien post operasi Fraktur di ruang Flamboyan RSUD Brebes. Jurnal Ilmiah Indonesia Vol.4, No. 6 Juni 2019.
Anggraeni, T. A. D. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rs Puri Husada Yogyakarta (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes yogyakarta).
Andriyanti, Liya. (2018). Aplikasi Teori Dorothy Orem Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan Pada Ny Y Dengan Kasus Infeksi Post Sectio Cesaria Di Rumah Sakit Kota Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 5(2), 54–59.
Ariwibowo, N.K. (2017) Hubungan Lama Tindakan Anestesi dengan Waktu PulihSadar Pasien Pasca General Anestesi di IBS RSUD Muntilan Magelang .Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Butwick, A.J.et al. (2018) ‘Effect of Maternal Body Mass Index on PostpartumHemorrhage’, in Anesthesiology. Available at:https://doi.org/10.1097/ALN.0000000000002082.
Campbell et al., G. (2018) ‘Warming of intravenous and irrigation fluids for preventing inadvertent perioperative hypothermia, Cochrane Database of Systematic Reviews’,.
Corssley and Mahajan (2016)Text Book of Anesthesia Edisi III . Great Britanian:Avon the Bath Press.
Fitnaningsih (2019) ‘Cairan Intravena Hangat Terhadap Derajat Menggigil PasienPost Sectio Caesaria Di RS PKU Muhammadiyah Gamping’, Jurnal Kebidanan, 8(2).
Frank, S.M. (2018) ‘Predictor of hypothermia during spinal Anesthesia’, Journal Anesthesiologi, 92(5), pp. 1330–1334.
Guyton and Hall (2018) Buku Ajar Fisiologi Kedokteran 13th Edition. Jakarta:EGC.
Hidayah, E.S., Khalidi, M.R. and Nugroho, H. (2021) ‘Perbandingan InsidenShivering Pasca Operasi dengan Anestesi Umum dan Anestesi Spinal diRSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda’, Jurnal Sains dan Kesehatan,3(4), pp. 525–530.
Hill, J.O. (2017)Obesity: Etiology in Modern Nutrition in Health and Disease.USA: Lippincot Williams.
Hulu, V.T. and Sinaga, T.R. (2019) Analisis Data Statistik Parametrik AplikasiSPSS dan STATCAL (Sebuah Pengantar Untuk Kesehatan). Medan:Yayasan Kita Menulis.
Irawan, D. (2018) ‘Kejadian Menggigil Pasien Pasca Seksio Sesarea denganAnestesi Spinal yang Ditambahkan Klonidin 30 mcg Intratekal di RSUDArifin Achmad Pekanbaru, Indonesia’, Jurnal Kesehatan Melayu, 1(2), pp.88–92.
Kresnoadi, E. (2018) Komplikasi Anestesi Spinal dan Epidural . Nusa TenggaraBarat: Bagian Anestesiologi Fakultas Kedokteran.
Latief, S., Suryadi, K. and Dachlan, M. (2015) Petunjuk Praktis Anestesiologi. Edisi kedua. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Litarin, A. gede (2017) Pencegahan Hipotermi Pada BBLR. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.
Madjid, A.K.. (2014) Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Shivering Pasca Anestesi Spinal di Ruang Pemulihan IBS RSUD I LA Galigo Kab. LuwuTimur Sulawesi Selatan. Politeknik Kesehatan Jogja.
Mangku, G. and Senapathi, T. (2016) Ilmu Anestesia dan Reanimasi. Jakarta: PT.Indeks.
Manurung (2018) Keperawatan Medikal Bedah Jilid 1. Jakarta: Trans Info Media.
Mashitoh, D., Mendri, N.K. and Majid, A. (2018) ‘Lama Operasi Dan KejadianShivering Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi’, Journal of Applied Nursing (Jurnal Keperawatan Terapan), 4(1), p. 14.
Masjoer (2016) Anestesi spinal. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran edisi III .Jakarta: TIM.
Millizia, A., Fitriany, J. and Siregar, D.A. (2020) ‘Faktor-Faktor YangBerhubungan Dengan Post Anesthetic Shivering Pada Pasien AnestesiSpinal di Instalasi Bedah Sentral PPK BlUD RSUD Cut Meutia AcehUtara’, Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial dan Budaya, 4(4), pp. 40–46.
Morgan (2019) Petunjuk Praktis Anestesiologi. Jakarta: Edisi 2 FKUI.Morgan, E., Maged, S. and Michael, J. (2013)Clinical Anestesiologi. Tangerang Selatan. Tangerang Selatan: Bina Rupa Aksara.
Mubarokah, P. (2017) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Hipotermi PascaGeneral Anestesi di InstalasiBedah Sentral RSUD Kota Yogyakarta.Politeknik Kesehatan Kementerian Yogyakarta.
Nafidah, D. (2022) ‘Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Shivering PadaPasien Pasca Spinal Anestesi: Literature Review’, Naskah PublikasiUniversitas ’AisyiyahYogyakarta.
Notoadmojo (2016) Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rhineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018) Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rhineka Cipta.
Nugroho, A., Harijanto, E. and Fahdika, A. (2016) ‘Keefektifan Pencegahan PostAn- esthesia Shivering (PAS) pada Ras Melayu: Perbandingan AntaraPemberian Ondansetron 4 mg Intravena dengan Meperidin 0,35 mg/kgBBIntravena’, Jurnal Ilmiah Kesehatan, 34(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Sri Suryati, Diah Ayu Nurhayati, Nurma Dewi, Dwinara Febrianti, Atikah Pustikasari, Parlin Dwiyana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Ilmiah Kesehatan allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors are allowed to archive their submitted article in an open access repository Authors are allowed to archive the final published article in an open access repository with an acknowledgment of its initial publication in this journal.

Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.








