Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Kabupaten Tangerang Banten

Authors

  • Slamet Santoso Kurniawan Universitas Mohammad Husni Thamrin, Indonesia
  • Ratna Mutu Manikam Universitas Mohammad Husni Thamrin , Indonesia
  • Wiwit Wijayanti Universitas Mohammad Husni Thamrin , Indonesia
  • Yuli Kristiyaningsih Universitas Mohammad Husni Thamrin , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37012/jik.v17i1.3653

Keywords:

Stunting, Balita, ASI Eksklusif, Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur berada di bawah standar pertumbuhan. Kondisi ini dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kesehatan anak pada masa mendatang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di Posyandu Flamboyan 1, Flamboyan 10, dan Rembulan 3, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, tahun 2024. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 180 balita yang dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 26,7%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p=0,001), pekerjaan ibu (p=0,007), dan pendapatan orang tua (p=0,006) dengan kejadian stunting. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif (p=0,647), panjang badan lahir (p=0,942), berat badan lahir (p=0,890), dan jumlah anggota keluarga (p=0,131) dengan kejadian stunting. Upaya pencegahan perlu memperkuat dengan edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta intervensi yang memperhatikan kondisi sosial ekonomi keluarga.

References

Amin, N.A. dan Julia, M. (2016). Faktor sosiodemografi dan tinggi badan orang tua serta hubungannya dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 2(3), 170–177.

Apriluana, G. dan Fikawati, S. (2018). Analisis faktor-faktor risiko terhadap kejadian stunting pada balita (0–59 bulan) di negara berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247–256.

Anugraheni, H.S. (2012). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 12–36 Bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Skripsi, Universitas Diponegoro.

Dewi, A.P., Ariski, T.N., dan Kumalasari, D. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita 24–36 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Wellness and Healthy Magazine, 1(2), 231–237.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Infodatin: Situasi Balita Pendek. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Lestari, W., Samidah, I., dan Diniarti, F. (2022). Hubungan pendapatan orang tua dengan kejadian stunting di Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 3273–3279.

Notoatmodjo, S. (2018). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Putri, S.A. (2020). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Baduta di Desa Cikidang Kabupaten Sukabumi. Karya Tulis Ilmiah. Universitas Mohammad Husni Thamrin.

Qureshy, L.F., Alderman, H., Rokx, C., Pinto, R., Wai-Poi, M., dan Tandon, A. (2013). Positive returns: cost-benefit analysis of a stunting intervention in Indonesia. Journal of Development Effectiveness, 5(4), 447–465.

Raharja, U.M.P., Waryana, W., dan Sitasari, A. (2019). Status ekonomi orang tua dan ketahanan pangan keluarga sebagai faktor risiko stunting pada balita di Desa Bejiharjo. Ilmu Gizi Indonesia, 3(1), 73–82.

Ramdaniati, S.N. dan Nastiti, D. (2019). Hubungan karakteristik balita, pengetahuan ibu dan sanitasi terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang. Hearty, 7(2).

Rohmatun, N.Y., Rustiningsih, S., dan Rakhma, L.R. (2014). Hubungan tingkat pendidikan ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Soetjiningsih. (2010). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Utina, J. (2011). Hubungan antara Status Bekerja Ibu dengan Pencapaian Tumbuh Kembang Anak Usia Batita. Disertasi, Universitas Airlangga.

Downloads

Published

2025-03-30

How to Cite

Kurniawan, S. S., Ratna Mutu Manikam, Wiwit Wijayanti, & Yuli Kristiyaningsih. (2025). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Kabupaten Tangerang Banten . Jurnal Ilmiah Kesehatan, 17(1), 278–288. https://doi.org/10.37012/jik.v17i1.3653

Citation Check