Hubungan Tingkat Kecemasan Dan Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure Di Ruang Cendana 2 RS Bhayangkara Tk 1 Pusdokkes Polri Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.37012/jik.v17i1.3547Keywords:
Congestive Heart Failure, kecemasan, kualitas tidur, GAD-7, PSQIAbstract
Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas tidur pasien. Kecemasan selama menjalani perawatan diduga berhubungan dengan penurunan kualitas tidur sehingga dapat menghambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CHF di Ruang Cendana 2 RS Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Jakarta. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 55 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 49,1% responden mengalami kecemasan sedang–berat dan 54,5% memiliki kualitas tidur buruk. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p = 0,002; OR = 7,389; 95% CI: 2,214–24,657). Pasien dengan kecemasan sedang–berat memiliki peluang 7,4 kali lebih besar mengalami kualitas tidur buruk dibandingkan pasien dengan kecemasan minimal–ringan. Disimpulkan bahwa tingkat kecemasan berhubungan signifikan dengan kualitas tidur pada pasien CHF. Pengkajian dan intervensi keperawatan terhadap kecemasan perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas tidur dan mendukung proses pemulihan pasien.
References
Aprilia, N. P. A. (2024). Hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien gagal jantung kongestif (Skripsi). Universitas Islam Sultan Agung.
Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Medical-surgical nursing: Clinical management for positive outcomes (8th ed., Vol. 2). Elsevier.
Budiman, F., Mulyadi, N., & Lolong, J. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien infark miokard akut di Ruangan CVCU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Keperawatan, 3(3). https://doi.org/10.35790/jkp.v3i3.10139
Chen, D., Yu, W., Hung, H., Tsai, J., Wu, H., & Chiou, A. (2017). The effects of Baduanjin exercise on fatigue and quality of life in patients with heart failure: A randomized controlled trial. European Journal of Cardiovascular Nursing. https://doi.org/10.1177/1474515117744770
Fachrunnisa, N., Nurchayati, S., & Arneliwati. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada pasien Congestive Heart Failure. JOM, 2(2).
Gharaibeh, B., Al-Absi, I., Abuhammad, S., Gharaibeh, M., & Jarrah, M. (2022). Sleep quality among different classes of heart failure patients: A STROBE-compliant cross-sectional study. Medicine, 101(48), e32079.
Harigustian, Y., Dewi, A., & Khoiriyati, A. (2016). Gambaran karakteristik pasien gagal jantung usia 45–65 tahun di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman. Indonesian Journal of Nursing Practices, 1(1), 55–60.
Hidayat, A. A. A. (2012). Pengantar kebutuhan dasar manusia. Salemba Medika.
Hosmer, D. W., Lemeshow, S., & Sturdivant, R. X. (2013). Applied logistic regression (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Indrawati, W. (2023). Hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CHF di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Gombong.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK): Tata Laksana Gagal Jantung.
Kozier, B., Erb, G., Berman, A., & Snyder, S. J. (2010). Fundamental keperawatan. EGC.
Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., Harding, M., Kwong, J., & Roberts, D. (2017). Medical-surgical nursing: Assessment and management of clinical problems (10th ed.). Elsevier.
Polikandrioti, M., Goudevenos, J., Michalis, L. K., Koutelekos, J., Kyristi, H., Tzialas, D., & Elisaf, M. (2015). Factors associated with depression and anxiety of hospitalized patients with heart failure. Hellenic Journal of Cardiology, 56(1), 26–35.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. (2020). Pedoman tata laksana gagal jantung. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia.
Potter, P. A., Perry, A. G., Hall, A., & Stockert, P. A. (2017). Fundamentals of nursing (9th ed.). Elsevier.
Pudiarifanti, N., Pramantara, I. D., & Ikawati, Z. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal jantung kronik. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 5(4), 259–266.
Rohmah, W. K., & Yunita, D. P. S. (2020). Determinan kualitas tidur pada santri di pondok pesantren. HIGEIA Journal of Public Health Research and Development, 4(3), 649–659.
Smeltzer, S. C., Bare, B. G., Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2013). Brunner & Suddarth's textbook of medical-surgical nursing (12th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.
Syapitri, H. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Ahlimedia Press.
Virani, S. S., Alonso, A., Aparicio, H. J., Benjamin, E. J., Bittencourt, M. S., Callaway, C. W., ... Tsao, C. W. (2021). Heart disease and stroke statistics—2021 update: A report from the American Heart Association. Circulation, 143(8), e254–e743. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000000950
Wati, M. E. Z., Oktarina, Y., & Rudini, D. (2020). Hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien gagal jantung kongestif (CHF). Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, 1(1), 46–57.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Seven Sitorus, Ilah Muhafilah, Suwarningsih, Titi Indriyati, Apriliani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Ilmiah Kesehatan allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors are allowed to archive their submitted article in an open access repository Authors are allowed to archive the final published article in an open access repository with an acknowledgment of its initial publication in this journal.

Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.








