Pemanfaatan Serbuk Daun Kelor pada Pembuatan Dawet Tinggi Serat Pangan sebagai Selingan Antiobesitas
DOI:
https://doi.org/10.37012/jik.v18i1.3320Keywords:
daun kelor, dawet, obesitas, selingan, serat panganAbstract
Kecenderungan memilih makanan selingan dengan sumbangan energi yang tinggi dan serat yang rendah berpengaruh terhadap kejadian gizi lebih. Daun kelor telah diidentifikasi memiliki kandungan serat pangan dengan sifat fungsional sebagai antiobesitas. Metode freeze-drying digunakan untuk mengeringkan daun kelor sehingga dapat dimanfaatkan menjadi produk dawet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan serat pangan dawet berbasis daun kelor yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian laboratory experimental yang menganalisis serat pangan pada formulasi terpilih dari penelitian pendahuluan menggunakan metode gravimetri enzimatis. Hasil menunjukkan penambahan 10% serbuk daun kelor pada produk dawet memiliki total serat pangan sebesar 6,10 g/100g dengan serat pangan larut sebesar 1,42 g/100g dan serat pangan tidak larut sebesar 4,68 g/100g. Sesuai dengan manajemen penurunan berat badan, produk dapat menjadi makanan selingan praktis antiobesitas yang tinggi serat. Penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi praklinik dengan dosis tertentu sehingga dapat membuktikan manfaat produk.
References
Adam, C. L., Thomson, L. M., Williams, P. A., Ross, A. W., (2015). Soluble Fermentable Dietary Fibre (Pectin) Decreases Caloric Intake, Adiposity and Lipidaemia in High-Fat Diet-Induced Obese Rats. PLoS ONE, 10(10), 1-14.
Almatsier, S. (2005). Penuntun Diet. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Apriantini, A., Putra, R. G., & Suryati, T. (2022). Review: Aplikasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Berbagai Produk Olahan Daging. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 10(3), 132-143.
Athennia, A., Dwijana, P., Salsabila, D. M., & Wandini, K. (2025). Pengembangan Dawet Instan Berbasis Serbuk Daun Kelor sebagai Makanan Selingan Bebas Lemak dan Gula. Jurnal Sains Kesehatan, 32(1), 67-76.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2022). Peraturan BPOM Nomor 1 tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Jakarta: BPOM.
Febriani, K., & Ani, M. (2013). Hubungan Asupan Energi Jajanan dengan Prestasi Belajar Remaja di SMP PL Domenico Savio Semarang. J Nutr Col, 2(4), 191-197.
Gropper, S. S., & Smith, J. L. (2013). Advanced Nutrition and Human Metabolism 6th Ed. Belmont: Wadsworth.
Hammadi, E. A. (2017). Effects of Dietary Fiber Intake on Body Weight and Waist Circumference, Arab Journal of Nutrition and Exercise, 1(1), 77-84.
Hardinsyah, Salsabila, D. M., Fadilah, N. R., Maqfira, N., Fajriani, L. N. (2022). Hubungan Kontribusi Energi dan Zat Gizi Makan Selingan dengan Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Gizi IPB University. JAKAGI, 3(1), 13-22.
Kemenkes RI. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kemenkes RI
Kemenkes RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Lai, S., Zeng, Y., Lin, G., Lin, Z., & Ouyang, X. (2025). Association between Dietary Fiber Intake and Obesity in US Adults: From NHANES 1999-2018, Front Nutr, 7(12),
Munir, M., Khan, I., Almutairi, N. S., Almutairi, A. H., Khan, B., Mehboob, N. (2025). Effect of Moringa Leaves Powder On Body Weight, Glycemic Status, Lipid Profile, and Blood Pressure In Overweight Individuals with Hyperlipidemia. Italian Journal of Food Science, 37(1), 210-219.
Ruhee, R. T., & Suzuki, K. (2018). Dietary Fiber and Its Effect in Obesity: A Review Article. Advances in Medical Research, 1(1), 1-13.
Tang, Q., Ma, B., Zhao, Y., Zhao, L., Zhang, Z., et al. (2021). Soluble Dietary Fiber Significance against Obesity in a Western China Population. J Health Eng, 2021, 1-5.
Toar, J., Telew, A., & Lumenta, G. (2023). Perbedaan Tiga Kategori Aktivitas Fisik pada Status Obesitas dan Non Obesitas. HIGEIA, 7(3), 458-467.
Tripicchio, G. L., Kachurak, A., Davey, A., Bailey, R. L., Dabritz, L. J., Fisher, J. O. (2019). Associations Between Snacking and Weight Status Among Adolescents 12-19 Years In The United States. Nutrients, 11(1486), 1-11.
Waddell, I. S., & Orfila, C. (2023). Dietary Fiber in the Prevention of Obesity and Obesity-Related Chronicdiseases: From Epidemiological Evidence to Potential Molecular Mechanisms, Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 63(27), 8752-8767.
Withney, E., & Rolfes, S. R. (2016). Understanding Nutrition 14th Ed. Stamford: Cengage Learning.
World Health Organization. (2018). Noncommunicable Diseases Country Profiles 2018. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Dhea Marliana Salsabila, Ratna Mutu Manikam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Ilmiah Kesehatan allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors are allowed to archive their submitted article in an open access repository Authors are allowed to archive the final published article in an open access repository with an acknowledgment of its initial publication in this journal.

Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.








