Pengaruh Perilaku Buang Air Besar Sembarangan Terhadap Stunting Pada Anak Balita Di Desa Jungkat Dan Desa Peniti Luar, Kalimantan Barat

Authors

  • Darwati Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Mohammad Husni Thamrin, Indonesia
  • Ajeng Tyas Endarti Universitas Mohammad Husni Thamrin, Indonesia
  • Nur Asniati Djaali Universitas Mohammad Husni Thamrin , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37012/jik.v18i1.3317

Keywords:

stunting, buang air besar sembarangan, sanitasi, balita, kesehatan masyarakat

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia dengan prevalensi mencapai 31 persen pada tahun 2022 (Kementerian Kesehatan RI, 2022). Desa Jungkat menghadapi tantangan sanitasi dengan prevalensi praktik buang air besar sembarangan yang mencapai 83,7 persen dan prevalensi stunting sebesar 8,77 persen, sementara Desa Peniti Luar telah mencapai status bebas BABS dengan cakupan akses toilet layak lebih dari 90 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku buang air besar sembarangan, jenis kelamin, dan status gizi terhadap kejadian stunting pada anak balita di kedua desa. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 339 balita yang terdiri dari 257 balita di Desa Jungkat dan 82 balita di Desa Peniti Luar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi langsung, dan pengukuran antropometri. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Prevalensi stunting di wilayah penelitian mencapai 20,9 persen dengan prevalensi praktik BABS sebesar 64,0 persen. Analisis multivariat menunjukkan bahwa praktik BABS dan status gizi merupakan faktor yang berpengaruh secara independen terhadap kejadian stunting. Balita yang tinggal di rumah tangga dengan praktik BABS memiliki risiko 11,69 kali lebih besar untuk mengalami stunting setelah dikontrol status gizi. Status gizi merupakan prediktor terkuat dengan balita berstatus gizi kurang memiliki risiko 54,15 kali lebih besar untuk mengalami stunting setelah dikontrol praktik BABS. Model regresi logistik yang terbentuk mampu menjelaskan 35,7 persen variabilitas kejadian stunting. Upaya pencegahan stunting harus menggunakan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan intervensi gizi dan sanitasi secara simultan dengan fokus pada periode kritis 1000 hari pertama kehidupan dan penguatan sistem monitoring berbasis komunitas.

References

Bauza, V., & Guest, J. S. (2017). The effect of young children's faeces disposal practices on child growth: evidence from 34 countries. Tropical Medicine & International Health, 22(10), 1233-1248.

Cumming, O., & Cairncross, S. (2016). Can water, sanitation and hygiene help eliminate stunting? Current evidence and policy implications. Maternal & Child Nutrition, 12, 91-105.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Null, C., Stewart, C. P., Pickering, A. J., Dentz, H. N., Arnold, B. F., Arnold, C. D., ... & Colford Jr, J. M. (2018). Effects of water quality, sanitation, handwashing, and nutritional interventions on diarrhoea and child growth in rural Kenya: a cluster-randomised controlled trial. The Lancet Global Health, 6(3), e316-e329.

Pickering, A. J., Null, C., Winch, P. J., Mangwadu, G., Arnold, B. F., Prendergast, A. J., ... & Colford Jr, J. M. (2019). The WASH Benefits and SHINE trials: interpretation of WASH intervention effects on linear growth and diarrhoea. The Lancet Global Health, 7(8), e1139-e1146.

Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250-265.

Spears, D., Ghosh, A., & Cumming, O. (2013). Open defecation and childhood stunting in India: an ecological analysis of new data from 112 districts. PloS one, 8(9), e73784.

UNICEF Indonesia. (2020). Laporan Baseline Studi Stunting di Indonesia. Jakarta: UNICEF Indonesia Country Office.

Victora, C. G., Adair, L., Fall, C., Hallal, P. C., Martorell, R., Richter, L., & Sachdev, H. S. (2008). Maternal and child undernutrition: consequences for adult health and human capital. The Lancet, 371(9609), 340-357.

World Health Organization. (2021). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates - key findings of the 2021 edition. Geneva: WHO Press.

World Health Organization. (2022). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Darwati, Endarti, A. T., & Djaali, N. A. (2026). Pengaruh Perilaku Buang Air Besar Sembarangan Terhadap Stunting Pada Anak Balita Di Desa Jungkat Dan Desa Peniti Luar, Kalimantan Barat. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 18(1), 263–273. https://doi.org/10.37012/jik.v18i1.3317

Citation Check