Hubungan Antara Depresi dan Status Gizi pada Lansia
DOI:
https://doi.org/10.37012/jik.v18i1.3279Keywords:
depresi, status gizi, lansiaAbstract
Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat dan diperkirakan mencapai 48,2 juta jiwa pada tahun 2035, sehingga status gizi menjadi isu penting karena berperan dalam kesehatan dan kesejahteraan lansia; berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara depresi dan status gizi, namun hasilnya masih bervariasi sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara depresi dan status gizi pada lansia. Metode yang digunakan adalah penelitian cross-sectional yang dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 pada bulan Oktober–November 2025. Depresi dinilai menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh yang dihitung dari berat badan dan tinggi badan, serta pengukuran lingkar lengan atas. Hasil penelitian pada 121 responden menunjukkan bahwa pada sebanyak 39,4% lansia mengalami depresi dan jumlah lansia yang memiliki status gizi kurang sebanyak 28,9%, normal 33,8% dan sisanya memiliki status gizi berlebih. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara depresi dan status gizi pada lansia, namun dari sebaran data terlihat bahwa responden dengan status gizi normal lebih sedikit yang mengalami depresi. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi depresi pada lansia tidak secara langsung berkaitan dengan status gizi, namun juga dipengaruhi faktor lain. Disarankan dilakukan penelitian lanjutan dengan desain longitudinal serta mempertimbangkan faktor lainnya seperti asupan makan, penyakit kronis, dan dukungan sosial.
References
1. Anggreni, E., Wulandhari, Y., Sapena, R. D., Ladhira, D., et al. (2023). Pemeriksaan indeks massa tubuh pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sipayung tahun 2023. VALUES, 5.
2. Akbar, Z. A., & Dainy, N. C. (2023). Hubungan status gizi, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan asupan serat terhadap fungsi kognitif pada pralansia. Muhammadiyah Journal of Geriatrics, 4(2), 99–106.
3. Ayuningtiyas, R., & Rezeki, M. (2020). Hubungan depresi dengan status gizi pada lansia di Unit Pelayanan Terpadu Panti Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah Pekanbaru.
4. Brahmana, R. P. (2024). Hubungan depresi dan malnutrisi pada lanjut usia: Studi literatur. Journal of Nutrition College, 13(4), 311–320.
5. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Pedoman umum pengendalian obesitas. Kementerian Kesehatan RI.
6. Doğan, G., Ayhan, N. Y., & Varli, M. (2022). Association between nutritional status and depression in hospitalized elderly patients. Aging Medicine and Healthcare, 13(3), 118–124.
7. Erwanto, F., Herlina, & Fitri, A. (2023). Gambaran tingkat depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan. Jurnal Vokasi Keperawatan, 6(1), 28–35.
8. Fadila, N., Wijaya, A., & Roni, F. (2024). Hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh pada lanjut usia di Desa Kalikejambon Kabupaten Jombang. Jurnal Penelitian Perawat Nasional Indonesia, 9(2), 125–132.
9. Gougeon, L., Payette, H., Morais, J., Gaudreau, P., Shatenstein, B., & Gray-Donald, K. (2015). Dietary assessment and dietary patterns at baseline.
10. Hastono, S. P., Lusida, N., Fauziah, M., Arinda, Y. D., et al. (2018). Indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang panggul.
11. Himmelgreen, D. A., & Miller, E. (2018). Nutritional status. In International encyclopedia of biological anthropology(pp. 1–4). Wiley.
12. Humairah, S. (2025). Nutritional status and functional independence in older adults: A cross-sectional study. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 13(3), 447–453.
13. Indarti, Y., Huroniyah, F., Dakwah, F., et al. (2024). Kaitan antara depresi dan status gizi pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Fenomena, 20(1), 115–124.
14. Khairina, D. (2008). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi berdasarkan IMT pada pembantu rumah tangga wanita di Perumahan Duta Indah Bekasi.
15. Njoto, E. (2014). Mengenali depresi pada usia lanjut: Penggunaan Geriatric Depression Scale untuk menunjang diagnosis. 41, 472–474.
16. Permatasari, L. I., & Akbar, R. (2025). Hubungan activity of daily living dengan kejadian depresi pada lanjut usia. JI, 8(2).
17. Prasetyo, W. A., Probosuseno, & Sumarni. (2015). Gangguan depresi berhubungan dengan status gizi pasien psikogeriatri di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Malang.
18. Putri, H. R., & Nindya, T. S. (2019). Hubungan kecenderungan depresi dengan status gizi pada lansia di UPTD Griya Werdha Surabaya. Media Gizi Indonesia, 14(1), 87–94.
19. Rahman, S. A., Kabir, M. H., Rahman, S. S., & Kamruzzaman, M. (2025). Validity of mid-upper arm circumference as an indicator of underweight, overweight and obesity in adults. PLoS One, 20(7), 1–13.
20. Son, N. (2023). The relationship between geriatric patients’ nutritional status and depression: The case of Turkey. Progress in Nutrition, 25, 2023039.
21. Susanti, Y., Darwati, L. E., & Anggraeni, R. (2018). Gambaran tingkat depresi lansia. Nurscope, 4.
22. Yoshimura, K., Yamada, M., Kajiwara, Y., Nishiguchi, S., & Aoyama, T. (2013). Relationship between depression and risk of malnutrition among community-dwelling elderly people. Aging & Mental Health, 17(4), 456–460
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Fransisca Chondro, Insyra Dwicosta Arynindra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Ilmiah Kesehatan allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions Authors are allowed to archive their submitted article in an open access repository Authors are allowed to archive the final published article in an open access repository with an acknowledgment of its initial publication in this journal.

Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.








