Sosialisasi Literasi Online: Pentingnya Literasi Online Untuk Mencegah Konflik di Masyarakat yang Disebabkan Berita Hoax

Authors

  • Yohanes Bowo Widodo Universitas MH. Thamrin Jakarta, Indonesia
  • Fenty Tristanti Julfia Universitas Mohammad Husni Thamrin, Indonesia
  • Sondang Sibuea Universitas Mohammad Husni Thamrin, Indonesia
  • Dedi Setiadi Universitas Mohammad Husni Thamrin, Indonesia
  • Tata Sutabri Universitas Respati Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37012/jpkmht.v3i1.423

Abstract

Perkembangan media online yang pesat banyak memberikan dampak positif, namun adakalanya memberikan dampak negatif juga. Dampak negatif yang timbul antara lain, mudahnya seseorang atau kelompok masyarakat membuat berita bohong (hoax) untuk suatu maksud tertentu. Berita bohong tersebut dapat dengan mudah menjadi viral, sehingga cepat mempengaruhi masyarakat luas. Yang paling berbahaya adalah berita-berita bohong yang berisi nuansa SARA, karena berita bernuansa SARA tersebut mudah menyulut kemarahan masyarakat, dan menimbulkan kebencian terhadap golongan lain, sehingga dapat menimbulkan konflik sosial, yang bisa berujung pada kerusuhan massa.

Mitra tim Pengabdian Pada Masyarakat adalah masyarakat kelurahan Kramat Jati. Warga mayarakat masih banyak yang belum memahami bagaimana memeriksa benar-tidaknya suatu berita di media sosial atau media online. Mayarakat masih belum memahami bagaimana cara menyikapi suatu berita, untuk mencegah terjadinya konflik sosial akibat berita tersebut. Solusi yang diberikan kepada pihak mitra untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi saat ini adalah dengan memberikan sosialisasi tentang bagaimana menyikapi setiap berita yang tersebar di media online, bagaimana memeriksa berita tersebut benar atau hoax, dan bagaimana menyikapi berita tersebut. Sosialisasi dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan secara offline kepada wakil masyarakat dari 9 Rukun Warga di lingkungan kelurahan Kramat Jati. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah agar perwakilan RW yang mengikuti kegiatan sosialisasi, dapat menyampaikan materi sosialisasi ke warga di wilayahnya, agar warga memahami tentang bagaimana menyikapi berita di media online dengan bijaksana, dan menghindari penyebaran berita Hoax, sehingga dapat mencegah konflik di masyarakat.

Kata Kunci: Literasi Online, Hoax, Konflik

Author Biography

Yohanes Bowo Widodo, Universitas MH. Thamrin Jakarta

ID SINTA                 : 6199681

ID ORCID                : 0000-0001-6135-3350

ID Google Scholar : zsNYWvQAAAAJ


Address:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mohammad Husni Thamrin
Jl. Raya Pd. Gede No.23-25, RT.2/RW.1, Dukuh, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13550

 

References

Aribowo, E. K. (2017). Menelusuri Jejak Hoaks Dari Kacamata Bahasa: Bagaimana Mendeteksi Berita Palsu Sedini Mungkin. INA-Rxiv Papers, 1-11.

Majid, A. (2019). Majid, A. (2019). Fenomena Penyebaran Hoax Dan Literasi Bermedia Sosial Lembaga Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia. Jurnal Komodifikasi, 8, 228-239.

Shary Charlotte Henriette, R. W. (2018). Pemberdayaan Literasi Media Dan Informasi (LMI) Unesco Sebagai Sarana Pencegahan Penyebaran Hoaks. Jurnal Litbang Provinsi Jawa tengah, 59-66.

Firmansyah, R. (2017). Web klarifikasi berita untuk meminimalisir penyebaran berita hoax. Jurnal Informatika, 4(2).

Marwan, M. R., & Ahyad, A. (2016). Analisis penyebaran berita hoax di Indonesia. Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma.

Downloads

Published

2021-03-30

Citation Check